Orang yang Berisiko Tinggi Terinfeksi Listeria Jamur Enoki - Pusat Informasi Indragiri Hilir

Jumat, 26 Juni 2020

Orang yang Berisiko Tinggi Terinfeksi Listeria Jamur Enoki

Orang yang Berisiko Tinggi Terinfeksi Listeria Jamur Enoki

BERITA INFO INHIL - Kementerian Pertanian menarik dan memusnahkan produk jamur enoki dari Korea Selatan karena berisiko tercemar bakteri Listeria monocytogenes. Kelompok tertentu juga memiliki kerentanan tinggi terinfeksi Listeria dari jamur enoki atau juga makanan lain.

Bakteri Listeria hidup di lingkungan lembap, tanah, air, vegetasi yang membusuk, dan hewan. Bakteri ini juga dapat bertahan di pendingin udara atau makanan yang diawetkan.

Penyakit infeksi akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria dikenal dengan listeriosis. Listeriosis ditandai dengan sejumlah gejala seperti demam, nyeri otot, mual, muntah, dan diare. Pada kasus yang parah, listeriosis dapat menyebabkan sakit kepala, leher kaku, kehilangan keseimbangan, dan kejang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperkirakan bahwa Listeria adalah penyebab utama kematian ketiga akibat penyakit bawaan makanan atau keracunan di AS.

Semua orang berisiko terinfeksi Listeria. Tapi, sekelompok orang lebih berisiko tinggi terinfeksi Listeria dan mengalami sakit yang parah.

Berikut orang yang berisiko tinggi terinfeksi Listeria.

1. Ibu hamil dan bayi
Ibu hamil dan bayi jauh lebih mungkin terkena infeksi Listeria. CDC menyatakan, perempuan hamil 10 kali lebih mungkin terkena infeksi Listeria daripada orang lain.

Perempuan Hispanik yang hamil, 24 kali lebih mungkin terkena infeksi Listeria dibandingkan orang lain.

Ibu hamil dengan infeksi Listeria dapat menularkan infeksi tersebut kepada bayi mereka yang belum lahir. Listeriosis itu dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, dan persalinan prematur. Infeksi Listeria juga dapat menyebabkan penyakit serius dan bahkan kematian pada bayi baru lahir.

2. Lanjut usia

Orang yang lanjut usia memiliki risiko khusus. Pasalnya, data menunjukkan lebih dari setengah infeksi Listeria terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas. Orang dewasa yang berusia 65 tahun dan lebih tua memiliki risiko empat kali lebih mungkin terinfeksi Listeria dibandingkan orang lain.

Alasannya, seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh dan organ tidak mampu mengenali dan membersihkan tubuh dari kuman berbahaya sehingga lebih mungkin terkena Listeriosis.

Selain itu, banyak lansia yang juga hidup dengan kondisi kronis seperti diabetes dan kanker yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Faktor lain adalah asam lambung semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Asam lambung berperan penting dalam membunuh kuman dan mengurangi risiko penyakit.

3. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah
Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat bakteri lebih mudah menyerang tubuh. Penyakit akan lebih mudah bersarang.

Orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena kondisi medis seperti kanker, diabetes, penyakit hati atau ginjal, alkohol, dan HIV/AIDS, lebih mungkin terkena infeksi Listeria.

Orang dengan kanker 10 kali lebih mungkin terkena infeksi Listeria daripada orang lain. Orang yang menjalani dialisis karena gagal ginjal, 50 kali lebih mungkin terkena infeksi Listeria dibandingkan orang lain.

Pengobatan tertentu juga dapat membuat sistem imun melemah seperti steroid dan kemoterapi juga bisa meningkatkan kemungkinan infeksi Listeria.

Orang yang berisiko tinggi terinfeksi Listeria direkomendasikan untuk tidak mengonsumsi makanan yang berisiko terkontaminasi bakteri tersebut. Beberapa makanan yang berisiko terkontaminasi Listeria di antaranya jamur enoki, susu mentah atau yang tidak dipasteurisasi, olahan susu yang tidak dipasteurisasi, dan olahan daging. (cnn)




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 Infoinhil.com | All Right Reserved