Bersiaplah, 2500 Bencana Alam Akan Terjadi Di Indonesia Sepanjang 2019 - Pusat Informasi Indragiri Hilir


Selasa, 15 Januari 2019

Bersiaplah, 2500 Bencana Alam Akan Terjadi Di Indonesia Sepanjang 2019

Bersiaplah, 2500 Bencana Alam Akan Terjadi Di Indonesia Sepanjang 2019


Berita Terkini - Setiap tahun bencana alam selalu datang “menyapa” Indonesia. Tahun 2018 lalu saja beberapa wilayah di Indonesia tertimpa bencana dahsyat, dan menelan korban jiwa yang tidak sedikit.

Sebut misalnya, gempa di Lebak Banten, longsor di Brebes, meletusnya Gunung Sinabung, gempa di Lombok, gempa di Palu dan Donggala, hingga tsunami di Banten.

Kini tahun 2018 telah berlalu, apakah bencana-bencana alam ini akan berhenti muncul?

Justru sebaliknya.

BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) meramalkan sedikitnya ada 2500 bencana alam akan terjadi di Indonesia sepanjang 2019.

Persiapkan diri Anda!

Dominasi Bencana Hidrometeorologi

Inilah berita terbaru bencana alam yang akan melanda Indonesia dalam kurun waktu setahun ke depan.

Dimana sekitar 95 persen bencana yang muncul akan didominasi bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam dengan pemicu meteorologi – udara, angin, dan curah hujan.

Jenis bencana ini berbeda dengan bencana geologi – gempa dan gunung meletus – tidak bisa diprediksi sama sekali.

Itulah kenapa prediksi BNPB ini bukanlah isapan jempol, karena jenis bencana hidrometeorologi bisa diprediksi jika didukung fakta dan data akurat.

Melansir dari Liputan6.com (2/1/2019), BNPB, melalui Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB), berani mengklaim jika prediksi soal bencana alam itu didasarkan dari fakta dan data bencana yang terjadi sebelumnya.

Dia mengemukakan sepanjang 2018 (1 Januari-30 Desember) terjadi 2.564 bencana alam.

Total bencana ini lebih sedikit daripada tahun 2017 sebanyak 2.862 bencana.

Menilik dari korban jiwa, bencana alam yang terjadi di tahun 2018 lebih banyak memakan korban daripada tahun 2017.

Tak tanggung-tanggung, total kenaikannya sebanyak 984 persen.

Setidaknya 3.349 orang menjadi korban dalam bencana, 1.432 orang hilang, 21.064 orang luka-luka, dan 10,2 juta orang terkena imbasnya.

Hal senada juga disampaikan Abdul Muhari (Kepala Seksi Mitigasi Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang setuju jika kecenderungan bencana alam di Indonesia naik dari waktu ke waktu, khususnya bencana hidrometeorologi.

Membangun Rencana Mitigasi

Dalam kondisi demikian, bisa dikatakan jika Indonesia berada dalam situasi rawan bencana.

Untuk itu, semua pihak diharapkan memiliki kesadaran terhadap bencana yang setiap saat bisa terjadi di wilayahnya masing-masing.

Selama ini, pengetahuan masyarakat tentang kebencanaan memang naik.

Tapi itu tidak diimbangi dengan perilaku, budaya, dan sikap yang sejalan dengan mitigasi bencana.

Presiden Jokowi menghimbau edukasi tentang kebencanaan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan – mulai SD, SMP, sampai SMA.

Menurut Abdul Muhari, edukasi tanggap bencana ini harus berkelanjutan.

Tidak bisa diajarkan dalam sebuah ruangan bersamaan dalam satu waktu.

Misalkan, bencana gempa terjadi pada generasi sekarang, kemudian disosialisasikan mengenai tanggap gempa pada generasi sekarang.

Sedangkan generasi selanjutnya tidak diajarkan.

Padahal gempa atau tsunami yang tidak bisa diprediksi datang berulang 20 tahun.

Sementara itu, Irwan Meilano (ahli gempa bumi dan mitigasi ITB) mengungkapkan jika Indonesia membutuhkan peta dan risiko bencana secara detail yang dibagikan ke rakyat.

Dia berharap sosialisasi tentang peta dan risiko bencana ini bisa mudah dimengerti.

Referensi

https://m.liputan6.com/news/read/3861643/headline-indonesia-diprediksi-alami-2500-bencana-pada-2019-siapkah-kita

http://wow.tribunnews.com/amp/2018/12/07/deretan-bencana-alam-terparah-yang-terjadi-di-indonesia-sepanjang-tahun-2018?page=3




Loading...
loading...

Berita Lainnya

Berita Terkini

© Copyright 2019 Infoinhil.com | All Right Reserved