Khazanah

Jumat, 26 Juni 2020

Saudi Catat Rekor Tertinggi Pasien Covid Sembuh, 5.085 Sehari

BERITA INFO INHIL - Arab Saudi mencatatkan rekor tertinggi pasien virus corona yang sembuh dalam sehari, Kamis (25/6). Tercatat ada 5.085 pasien Covid-19 dinyatakan pulih, sehingga totalnya menjadi 117.882.
Seperti dikutip dari Arab News, Saudi mencatat 41 kematian akibat Covid-19 pada Kamis, dengan demikian total korban meninggal ada 1.428 jiwa.

Total jumlah kasus corona di Saudi ada 170.639 setelah bertambah 3.372 infeksi baru.

Sementara terdapat 51.325 kasus aktif, dan 2.206 di antaranya dalam kondisi kritis. Menurut Kementerian Kesehatan, 333 kasus baru ada di Dammam, 331 di Mekah dan 304 di Al-Hafouf.

Arab Saudi telah melakukan 35 ribu tes PCR per hari, dan jumlahnya akan terus ditambah. Sejauh mereka telah melakukan 1.479.759 tes PCR untuk Covid-19.

S
Foto: CNN Indonesia/Fajrian
audi juga melaporkan penurunan kasus baru dalam beberapa hari terakhir, terutama di kota-kota yang mencatat infeksi tinggi seperti Riyadh.

Namun, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammed Al-Abd Al-Aly meyakini jumlah tersebut belum stabil.

Kurva epidemi sering berfluktuasi, jumlahnya berubah setiap hari berdasarkan banyak faktor, dan kepatuhan masyarakat terhadap tindakan pencegahan adalah faktor utama," kata Al-Abd Al-Aly.

Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk tetap menggelar ibadah haji tahun ini meski dengan jumlah terbatas. Haji hanya diperbolehkan bagi jemaah dari kewarganegaraan mana pun yang saat ini sudah berada di Arab Saudi.

Hanya sekitar 1.000 jemaah yang sudah berada di dalam negeri yang boleh menunaikan ibadah haji.

Menteri Kesehatan Arah Saudi, Tawfiq al-Rabiah menjelaskan ibadah haji hanya dilakukan untuk jemaah berusia di bawah 65 tahun dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Jemaah akan dites Covid-19 sebelum memasuki Mekah dan harus menjalani karantina setelah ibadah. (cnn)

Prasangka Saat Pandemi Melanda

BERITA INFO INHIL - Bagi segelintir manusia, wabah Covid-19 menjadi pemicu rantai prasangka. Demi kehati-hatian, banyak orang menghindari kerumunan di masjid, tetapi berprasangka buruk kepada mereka yang memilih menghadiri shalat berjamaah.

Rakyat berprasangka kepada pemimpinnya karena menutup banyak tempat keramaian yang menjadi penggerak roda ekonomi. Tidak jarang warga yang juga berprasangka jika virus korona hanya akal-akalan kaum berduit dan negara-negara besar adikuasa. Tuhan pun ikut dipersangkakan mengapa memberi masalah amat berat seperti korona.
Meski demikian, tidak sedikit yang memilih untuk berprasangka baik. Kita bisa saksikan banyak warga perumahan bergotong royong dengan swadaya menolong para  penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Alih-alih mengusir, mereka menjaga kebutuhan hidup keluarga itu meski harus melalui protokol yang ketat. Tak jarang, para tetangga menggantung makanan di depan pagar penderita korona yang mesti menjalani karantina.
Syeikh Mahmud Al Mishri dalam Ensiklopedia Akhlak Rasulullah menjelaskan, Alquran mencatat prasangka dengan kata azh-zhahn. Imam Zarkasyi menjelaskan, azh-zhahn memiliki dua makna yang bertolak belakang. Satu bermakna yakin (al yaqin), lainnya berarti ragu (asy-syak). Azh-zhahn akan dimaknai al-yaqin jika sifatnya terpuji dan pelakunya mendapatkan pahala. Ketika dia bersifat tercela dan pelakunya mendapat siksa, azh-zhahn tersebut bermakna asy-syak atau ragu.
Untuk membedakannya, zhahn bermakna syak biasanya ditulis beriringan dengan “an” tanpa tasydid. Contohnya dalam QS al-Fath: 2.  “Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul sekali-kali tidak akan kembali lagi…” Sebaliknya, apabila kata zhahn beriringan dengan ‘an’ yang bertasydid, maknanya adalah yaqin. Semisal pada QS al-Haqqah: 20. “Sesungguhnya aku yakin bahwa suatu saat aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.”
Kesimpulannya, jika diiringi dengan “an” bertasydid, kata zhann berfungsi sebagai ta’kid (penguat) sehingga bermakana yakin. Sebaliknya, jika “an” tidak bertasydid, kata zhahn berfungsi sebaliknya dan maknanya adalah ragu.
Di dalam banyak ayat Alquran dan hadis, berprasangka baik memang amat dianjurkan. Agama menjelaskannya dengan kata husnuzan. Husnuzan bahkan bisa dihukumi sebagai kewajiban ketika menyangkut hubungan manusia dengan Allah SWT. Nabi SAW bersabda jangan sampai kalian mati kecuali dalam keadaan husnuzhan kepada Allah SWT. (HR Muslim).
Husnuzan juga dianjurkan dalam hubungan antarsesama manusia. Rasulullah SAW selalu mencontohkan kepada para sahabatnya untuk berbaik sangka terhadap setiap orang. Abu Hurairah RA meriwayatkan suatu ketika Rasulullah SAW mengutus Umar RA untuk menarik zakat. Namun, Ibnu Jamil, Khalid bin Walid, dan Abbas paman Rasulullah SAW tidak menyerahkan (zakat) sehingga beliau bersabda.
“Tidak ada sesuatu yang membuat Ibnu Jamil enggan untuk menyerahkan zakat kecuali karena dirinya fakir, kemudian Allah menjadikannya kaya. Adapun Khalid, sesungguhnya kalian berbuat zalim kepadanya (karena) ia menginfakkan baju besi dan peralatan perangnya di jalan Allah. Adapun Abbas, aku telah mengambil zakatnya dua tahun yang lalu.”
Sebaliknya, dengan suuzan, yakni berprasangka buruk. Allah SWT mengingatkan kita agar menjauhi purbasangka jelek. “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain…” (QS al-Hujurat: 12).
Tingkatan haram prasangka buruk berbeda-beda. Yang paling berat adalah suuzan kepada Allah SWT. Allah mengancam akan memberikan hukuman, bahkan menyebut mereka yang berprasangka buruk sebagai munafik. “Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah.” (QS al-Fath: 6).
Suuzan juga terlarang kepada  Rasulullah SAW dan para sahabat. Imam al-Qurthubi berkata, prasangka yang jelek kepada orang yang lahiriyahnya baik, tidak diperbolehkan. Dan, dosanya adalah hukuman yang akan didapatkan dari orang yang memiliki prasangka. (Tafsir al-Qurthubi, 16/332).
Meski demikian, al-Qurthubi mencatat, tidak sepenuhnya prasangka dilarang Allah SWT. Ada prasangka yang  diperbolehkan. “Karena sebagian dari prasangka itu dosa.” (QS al-Hujurat: 12). Ayat ini merujuk pada pemahaman sebaliknya, ada sebagian prasangka yang bukan dosa.
Menurut Imam al-Qurthubi, zhahn dalam syariat terbagi menjadi terpuji dan tercela. Zhahn yang terpuji adalah zhahn yang tidak membahayakan agama orang yang berprasangka dan orang yang menjadi sasaran prasangka, ketika itu sampai kepadanya. Sementara, zhahn yang tercela adalah  kebalikannya. (Tafsir al-Qurthubi, 16/332). Di antara zhahn yang boleh adalah zhahn kepada orang yang secara lahiriah dia jahat, atau terbiasa melakukan maksiat secara terang-terangan.
Meski demikian, kebanyakan prasangka buruk bersifat negatif. Pikiran-pikiran jelek hanya akan melahirkan sifat tercela bagi ‘pengidapnya’. "Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran .... " (QS Yunus: 36). Wallahu a’lam

sumber: republika

Kamis, 25 Juni 2020

Keputusan Arab Saudi Gelar Haji Terbatas Sesuai Pedoman WHO

BERITA INFO INHIL - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung langkah Arab Saudi mengadakan haji terbatas untuk tahun ini. Mengutamakan kesehatan adalah pilihan yang harus dilakukan semua negara selama pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi persnya menyambut keputusan Arab Saudi. Saudi mengumumkan memungkinkan peziarah dari berbagai negara yang berbeda, yang saat ini tinggal di dalam Kerajaan, untuk melakukan haji tahun ini.
Keputusan ini dinilai dibuat berdasarkan penilaian risiko dan analisis perbedaan skenario. Cara ini sesuai dengan pedoman WHO untuk melindungi keselamatan para peziarah dan meminimalkan risiko penularan.
“WHO mendukung keputusan ini. Kami memahami itu bukan keputusan yang mudah untuk dibuat, dan kami juga mengerti pengumuman itu membawa kekecewaan besar bagi banyak Muslim yang menantikan untuk melakukan ziarah mereka tahun ini," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip di Saudi Gazette, Kamis (25/6).
Ia lantas menyebut, keputusan yang diambil Kerajaan Saudi merupakan contoh lain dari pilihan sulit yang harus dilakukan semua negara untuk mengutamakan kesehatan.
Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Haji mengumumkan keputusan pembatasan jamaah untuk pelaksanaan haji 2020 pada Senin (22/6) malam waktu setempat.
Pembatasan jamaah ini akan menjadi kali pertama terjadi di zaman modern. Dimana umat Islam dari seluruh dunia tidak diizinkan untuk melakukan ziarah tahunan ke Makkah.
"Keputusan ini diambil untuk memastikan haji dilakukan dengan cara yang aman dari perspektif kesehatan masyarakat, sambil mengamati semua tindakan pencegahan dan protokol jarak sosial yang diperlukan untuk melindungi manusia dari risiko yang terkait dengan pandemi ini dan sesuai dengan ajaran Islam di  melestarikan kehidupan manusia," tulis Kementerian Haji Saudi dalam keterangan yang dibagikan, Senin (22/6).
Hingga saat ini, penerbangan internasional ke negara tersebut masih dibatalkan. Ini karena penyakit coronavirus atau Covid-19 di seluruh dunia masih ada.
Arab Saudi mengatakan kemungkinkan hanya sekitar 1.000 jamaah haji yang diizinkan melakukan ritual tahunan ini. Selain itu, mereka yang berusia di atas 65 tahun atau memiliki penyakit kronis tidak diizinkan ikut serta.
"Jumlah peziarah akan sekitar 1.000, mungkin lebih sedikit. Tahun ini jumlahnya tidak akan mencapai puluhan atau ratusan ribu," ujar Menteri Haji Mohammad Benten.
Para jamaah haji juga akan melakukan tes Covid-19 sebelum tiba di kota suci Makkah. Selain itu, mereka juga akan diminta untuk melakukan karantina di rumah sebelum maupun setelah menjalani ritual haji.

sumber: ihram.co.id

Kamis, 18 Juni 2020

Hai Orangtua, Mari Latih Anak Belajar dari Kegagalan dan Kesalahan

BERITA INFO INHIL - Banyak orangtua biasanya melihat kegagalan sebagai sesuatu yang -melulu, negatif, dan lalu akan melakukan upaya terbaik demi mencegah anak mengalami kegagalan atau kesalahan.

Padahal sesungguhnya, kegagalan dan kesalahan mungkin bukan hal yang selalu buruk.

Sebab, bisa jadi kenyataan itu justru menjadi momen bagi anak untuk mendapat pengalaman dan belajar menjadi lebih baik dan ulet.

Sehingga, mempertimbangkan strategi ini dalam mengajarkan anak terkait kegagalan dan kesalahan, mungkin bisa berdampak baik pada anak.

Melatih keterampilan memecahkan masalah
Ketika anak prasekolah merasa dia tidak dapat menyelesaikan masalah, dan gagal - misalnya, ketika dia merusak mainan teman-, orangtua sebaiknya tak langsung "menyelamatkan" dia.

Pandangan ini dipaparkan Rebecca Han, dari Odyssey the Global Preschool, Singapura.

Coba dengan mengajukan pertanyaan seperti: "Bagaimana menurutmu perasaan temanmu?"

"Apa yang dapat kamu lakukan untuk mengubahnya? Bagaimana kamu bisa menyelesaikan masalah ini?"

Memang, membimbing anak untuk merenung pun membutuhkan waktu. Jadi, berikan kesempatan bagi dia untuk berpikir dan menyelesaikannya.

"Cara ini juga membantu dia mengembangkan kepercayaan diri, konsep diri, dan penilaian moral," tambah Rebecca.

Perlu pula diingat, bahwa pada kenyataannya, orangtua tidak akan selalu ada untuk selalu membela dan menghibur setiap kali dia berbuat kesalahan atau menghadapi kegagalan.

"Jadi, adalah cara yang bijaksana untuk membantu anak mengelola harapan, dan belajar cara mengatasi kegagalan dan kesalahan itu," sebut dia.

Hal-hal yang tidak terduga dan tidak menyenangkan bisa terjadi kapan saja. Pada saat yang sama, orangtua pun tak dapat selalu mengantisipasi atau mencegahnya.

"Orangtua dapat mengurangi beban tersebut dengan menjaga antisipasi dalam kadar yang tetap masuk akal," sebut dia.

Sekali pun segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, anak akan memahami dan belajar bahwa kekecewaan adalah bagian dari kehidupan.

Jadilah teladan
Bagaimana orangtua menangani kegagalan dan kesalahan juga merupakan yang sangat penting.

Sebab, anak -khususnya usia prasekolah, akan mengamati setiap gerakan orangtua.

Jika orangtua menunjukkan tanda-tanda ketidakmampuan untuk mengatasi stres, anak pun  akan memerhatikannya.

“Jadi, jelaskan bahwa tidak apa-apa untuk gagal dan membuat kesalahan, sambil membagikan bagaimana kita pun juga gagal - dan berusaha bangkit,” kata dia.

sumber: kompas.com

Selasa, 16 Juni 2020

Berdoa Setelah Lakukan Salat itu Wajib Dilakukan

BERITA INFO INHIL - Ketika kita mengerjakan salat baik fardu maupun sunah, terdapat bacaan doa setelah yang harus dikerjakan. Masing-masing salat memiliki doa yang berbeda-beda. Khusus salat fardu, kita bisa membaca doa yang sama pada setiap salatnya.

Namun untuk salat sunah, terdapat doa tersendiri. Pembacaan doa ini adalah salah satu bentuk permohonan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hukum Bacaan Setelah Salat
Berdoa bukan bersifat wajib, namun dianjurkan untuk dibaca ketika selesai mengerjakan salat. Jadi, sebaiknya kita tidak langsung beranjak dari tempat salat ketika sudah selesai.

Duduklah terlebih dahulu dan berdoalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan harapan, doa yang kita panjatkan bisa segera dikabulkan. Bacaan doa setelah salat wajib dan sunah masih banyak yang mempertanyakan tentang hukumnya.

Berdoa setelah salat merupakan amaliah yang baik untuk dipraktikkan. Walaupun bukan bersifat wajib, namun berdoa juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai amaliah, maka kita boleh tidak melakukannya, namun akan lebih baik jika menjalankannya.

Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam juga mempraktikkan doa setelah salat ini sesuai dengan Hadis Riwayat Abu Daud, Imam Ahmad, dan An-Nasa’i berikut “Sesungguhnya amaliah berdoa setelah salat fardu tidak ada masalah.”

Sungguh benar, bahwa Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan Muadz bin Jabal untuk tidak meninggalkan tempat salat. Dan setiap selesai salat fardu membaca : “Ya Allah, tolonglah aku untuk ingat kepadamu, mensyukurimu dan baik dalam ibadah kepadamu.” (viva)

Selasa, 09 Juni 2020

Zubair bin Awwam, Sahabat dan Pembela Nabi Muhammad SAW

BERITA INFO INHIL - Di antara sahabat Nabi Muhammad SAW yang masuk dalam kelompk orang pertama masuk Islam, nama Zubair bin Awwan termasuk tujuh orang pertama dalam kelompok itu. Namanya sangat terkenal sebagai pejuang tangguh. Dia pula termasuk dalam sepuluh orang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga.

Zubair bin Awwam adalah sepupu dari Nabi Muhammad SAW. Ibunya merupakan bibi dari Nabi Muhammad SAW yang bernama Shafiyyah binti Abdul Muthalib. Masuknya Zubair dalam ajaran Islam menimbulkan kemarahan bagi kaum kafir Quraisy, bahkan pamannya pernah menggulung badannya dengan tikar yang dipanaskan dengan api supaya Zubair kembali ke agama nenek moyangnya. Tapi, dengan tegas Zubair sangat yakin dengan keyakinannya menjadi Muslim, "Aku tidak akan kembali kepada kefukuran selamanya."

Beliau adalah orang pertama yang menghunus pedang di jalan Allah SWT. Tapi, dia juga dikenal sebagai pembela Nabi Muhammad SAW. Bagaimana bisa?

Saat itu, ketika terjadi perang Hunain, Zubair bin Awwam melihat pimpinan musuh yang bernama Malik bin Auf melarikan diri sendirian. Di sisi lain, pasukan yang dipimpin Zubai dalam keadaan tersedak, tapi dengan penuh keberanian Zubair menyerbu pasukan musuh dan membuat mereka kewalahan.

Perjuangan Zubair menumbuhkan rasa cinta dan bentuk penghargaan dari Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Setiap nabi mempunyai pembela, dan pembelaku adalah Zubair bin Awwam."

Zubair bin Awwam menjadi pembela Nabi Muhammad SAW karena keinginannya untuk berkorban dan berjuang di jalan Allah SWT.

Sosok Zubair juga dikenal sebagai pribadi yang memiliki pendirian teguh dan selalu menepati janji. Perbuatannya selalu sesuai dengan perkataannya. Ia selalu bertindak membela kebenaran. Begitulah sedikit kisah dari seorang pembela Nabi Muhammad SAW.

sumber: kumparan.com

Rabu, 25 Maret 2020

GP Ansor Rohil Tunda Dua Agenda Besar

ROKANHILIR, Berita Info Inhil - Merebaknya wabah Covid19 berimbas pada pelaksanaan kegiatan yang ada di organisasi, salah satunya seperti yang terjadi di Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rokan Hilir (Rohil). 

"Ya imbasnya, seluruh kegiatan rutin PA Ansor baik mingguan dan bulanan seperti kajian tafsir dan istighosah sementara diistirahatkan, bahkan, setidaknya terdapat dua agenda besar GP Ansor di Kabupaten Rohil yang harus tertunda. Meskipun sudah dicanangkan dan dipersiapkan jauh hari sebelumnya," kata Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Rohil Fauzi G SE, Selasa (24/3/2020).

Ia menerangkan, dua agenda besar yang seharusnya digelar di bulan Maret dan April yakni Diklat Terpadu Banser dengan peserta 300 anggota baru di Kecamatan Pekaitan, yang diagendakan pelaksanaannya pada 21-23 Maret yang lalu. Serta harla yang akan dihadiri seluruh pengurus wilayah Riau, Pimpinan cabang se-Riau, PAC dan Ranting se Rohil, dengan berbagai kegiatan yang menyertai nya seperti sunat masal, santunan anak yatim dan sekaligus menyambut bulan suci Ramadan yang pelaksanaannya direncanakan pada 4-5 April mendatang.

Menurutnya memperhatikan kesehatan dan keselamatan kader, pengurus, dan masyarakat di atas segalanya.

Meskipun terangnya di daerah belum ada yang dinyatakan positif terjangkit virus yang menyerang paru-paru itu, Fauzi mengimbau seluruh pengurus dan kader untuk selalu waspada.

Terbaru, Fauzi mengeluarkan surat instruksi resmi agar para pengurus dan kader GP Ansor se-Kabupaten Rohil tidak mengadakan kegiatan yang mengerahkan massa, Sebab, itu dapat memicu menyebarnya virus Corona.

"Kami mengimbau seluruh kader untuk menghentikan segala aktivitas atau agenda yang melibatkan banyak orang di tengah merebaknya virus corona saat ini. Baik kegiatan pimpinan anak cabang (PAC) maupun Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor untuk menghentikan seluruh aktivitas yang mendatangkan banyak orang,” tegas Fauzi.

Terpisah Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ansor Riau yang juga Korwil GP Ansor untuk Rohil Muhammad Mukim Prayoga SPdI mengungkapkan, tertundanya dua agenda besar GP Ansor di Rohil tersebut merupakan respon terhadap anjuran pemerintah pusat dan daerah dalam menyikapi pandemik virus corona yang melanda.

"Namun saya berharap bahwa keadaan dan kondisi ini jangan sampai membuat semangat sahabat sahabat berkhidmah di GP Ansor menjadi menurun," katanya.

Penundaan itu, tambahnya, merupakan bagian dari melaksanakan instruksi dari Pimpinan Pusat GP Ansor kepada seluruh kader di Indonesia maupun di luar negeri agar menunda segala kegiatan yang melibatkan banyak orang. Itu sebagai antisipasi akan semakin menyebarluasnya virus corona.

"Kita harus selalu satu komando. Ini sudah merupakan instruksi dari Ketum GP Ansor Gus Yaqut sebagai pencegahan dari merebaknya virus corona di Indonesia, khususnya di Kabupaten Rohil,"  papar aktivis muda NU dan mantan ketua PC GP ansor tersebut.

Cak Mukim juga mengatakan, pihaknya terus berdoa untuk masyarakat khususnya Nahdliyin agar tetap diberikan perlindungan dan dijauhkan dari marabahaya, termasuk virus Corona.

“Kami berdoa agar seluruh masyarakat Rohil khususnya warga NU tetap didalam dan dibawah lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari marabahaya, termasuk virus Corona yang saat ini mewabah di dunia,” ujarnya.(dgt)


Senin, 23 Maret 2020

Calon Jamaah Haji Jangan Risau, Persiapan Terus Dilakukan

DUMAI, Berita Info Inhil - Meskipun Pemerintah Arab Saudi menyatakan lockdown bagi negaranya dan menutup akses untuk beribadah di Tanah Suci (umrah), namun pelaksanaan ibadah haji pada akhir Juli mendatang tetap terlaksana.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, H Syafwan kepada wartawan menegaskan berdasarkan keterangan dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI Nizar Ali telah menjelaskan kepada semua media bahwa akan terus merampungkan persiapan ibadah haji untuk para calon jamaah haji Indonesia.

Dijelaskannya, surat yang disampaikan Kerajaan Arab Saudi ke pemerintah bukan meminta untuk menunda pelaksanaan ibadah haji melainkan menunda  pembayaran uang muka pelaksanaan ibadah haji 1441 Hijriah.

"Proses persiapan ibadah haji terus berjalan. Namun untuk pembayaran kontrak uang mukanya yang ditunda. Kita menunggu kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi sampai waktunya mereka steril," papar Syafwan.

Kata Syafwan, Kemenag menjelaskan saat ini semua aktivitas di Arab Saudi tengah dibatasi, termasuk dengan pemerintahannya.

“Maka mengikuti kegiatan itu maka Pemerintah Arab Saudi menunda kegiatan aktivitas yang terkait dengan pelaksanaan kontrak-kontrak itu,” imbuhnya.

Menurut Kementerian Agama, Arab Saudi meminta pembayaran uang muka ibadah haji 1441 H sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Karena Arab Saudi itu ditutup semua. Tapi persiapan haji kita akan terus jalan. Sehingga pada waktunya nanti kita tidak ada masalah,” tuturnya.

Diharapkan para jamaah calon haji (JCH) tidak perlu merasa khawatir. ”Mari kita sama-sama berdoa agar masalah Virus Corona ini segera berlalu, tetap jaga kesehatan, tingkatkan ibadah,” imbau Syafwan mengakhiri.(kll)


© Copyright 2019 Infoinhil.com | All Right Reserved